Angin menjadi saksi
suara rindu yang terasa namun tidak kelihatan
awan pula berlalu membawa resahku
kadang terukir wajah mu disitu
menyusuri lautan tiada penghujung
pertemuan dan perpisahan menjadi arus kehidupan
rindu ku pula berlalu tetapi tidak hilang
malah makin tebal menyentuh sanubari
siulan burung tidak berhenti besahut
si perindu melabuhkan tirai
dengan harapan bertemu dalam mimpinya
namun yang menjadi realiti
hanya menanti bersama kata-kata setia
by : Suhatikah Ahmad



No comments:
Post a Comment