tika ku merindui abah...
ku titip do'a pada angin
ku sapa ia dengan kata
meski raga tak berjumpa
jiwanya selalu ada
menemani setiap langkah
terpapar wajah yang luhur didepan mataku..
mengalir airmata tanpa ada lagi halangannya....
aku amat merinduimu abah...
Jika ku rindu pada abah...
ku tulis sebaris puisi dari ceruk hati
tempat namanya terpatri dengan penuh kasih
yang tak akan pernah terganti
kau mengajar ku erti kehidupan..
kau pergi tanpa sempat melihat kejayaan anakmu..
walau bukan di peringkat menara gading..
namun ku tahu kejayaan aku ni amat membanggakanmu...
teringat waktu itu...
aku diatas pentas menerima anugerah tokoh pelajar..
tika itu aku bru berusia 12 tahun
apalah sangat hendak ku mengerti erti kasih abah..
sejurus nama ku disebut...
kau berdiri bangga.... bertepuk sorak meraikan anakmu ini...
dengan bangga dan tanpa segan kau menluahkannya
" itu anak saya... "
mengalir airmataku ketika itu...
kalaula abah masih ada... ingin ku palet sekali lagi kenangan ini...
jika ku rindu pada abah...
ingin ku datangi tanah sunyi
tempat jasadnya terbaring abadi
yang sangat ku rindui
jika ku rindu pada abah...
ku temui Tuhan
memohon pada-Nya
Jangan ambil bunda seperti ayah sebelum aku membahagiakannya


No comments:
Post a Comment