pada kala aku mengenangmu
masih terasa eratnya pelukanmu...
panas air mata membasahi pipi
termpatmu masih terpahat dihati
pasir berpindah pantai masih di situ
waktu berubah kasihku masih padamu
Dentingan nafasmu menyelemuti hari hingga senja
Tak tersimpan setitik kelelahan di wajahmu
Tak ada sesal saat semua harus kau lalui
Langkahmu tak pernah henti
Melangkah untukku
Tak tersimpan setitik kelelahan di wajahmu
Tak ada sesal saat semua harus kau lalui
Langkahmu tak pernah henti
Melangkah untukku
Kasihmu tak kunjung redah
Walau dalam lelah
Kau tetap merangkai kata bijak untukku
Mengurai senyum
Di setiap langkahku
Mendera doa
Di setiap helai nafasku
Walau dalam lelah
Kau tetap merangkai kata bijak untukku
Mengurai senyum
Di setiap langkahku
Mendera doa
Di setiap helai nafasku
mak….kau mutiara di hatiku
Relung hatimu sangat indah
Hingga aku tak mampu menggapai dalamnya
Tetes air matamu menguntai
Sebuah rasa untukku
Relung hatimu sangat indah
Hingga aku tak mampu menggapai dalamnya
Tetes air matamu menguntai
Sebuah rasa untukku
wajah luhur ini yang menjaga aku...
mengajar erti hidup yang penuh liku.
hanya kau yang satu dalam hatiku...
dimana kan aku mencari ganti nya...
yang hanya satu didunia....
ampunkan dosa anakmu..
mengalirkanlah airmata jika kau berbangga dgn ku
tapi tidak ku sanggup melihat tangisan mu kerna aku yang derhaka....
cukup la sekadar kau tahu...
sejauh mana aku dari mata mu..
sejauh mana aku dari hatimu....
tidak akan pernah sedetik ku biarkan wajah mu hilang dri pandangan mata...
takkan sebesar zarah ku biarkan nama mu hilang dri sebutan...
aku sayang kamu..
hanya itu harta yang tidak ternilai
mak.............


2 comments:
lagu,sajak atau gubahan CS?hehe...teramatla puitis...
puisi yang puitis.. :)
Post a Comment